Senin, 06 Januari 2014

Secercah Galau



Ku tanya diri, yang tak ku ingini
Ku bela diri yang tak kupercayai
Ku sambut indahnya hari tanpa kau yang ku cari
Diam, bisu, tak bisa terabaikan
Dorongan kemauan hati membimbingku pada kesadaran
Cita-cita abadi seakan hilang
Oh dunia, jika kau menginginkan kesendirianku
Mengapa tak kau gores lagi luka hati disini
Saat yang sama,
Mengapa tak kau pinjam luka hati yang penuh duri untuk kau bawa bersama
Miris, nyaris menjadi pemenang
Keindahan jauh di dalam sana,
hati kecil yang slalu mngubah duka jadi canda
seakan tak mau menampakkan diri
Kau seorang yang indah,
bukan dia yang slalu ada,
lihatlah, sadarlah, aku disini mati tanpamu

Aku disini bagai lampu taman yang tak berpenghuni
bagai bawang yang terkupas
dia tak sakit, tapi orang lain merasakan perih dan air mata
Begitulah aku,
hatiku teriris, tapi tak sakit
hanya air mata yang slalu memberontak dinding tipis tak berdosa
kelopak mata
bagaimana kau bisa
bagaimana ku bisa . . .


_I.C.H.A_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar