Ku tanya diri, yang tak ku ingini
Ku bela diri yang tak kupercayai
Ku sambut indahnya hari tanpa kau
yang ku cari
Diam, bisu, tak bisa terabaikan
Dorongan kemauan hati
membimbingku pada kesadaran
Cita-cita abadi seakan hilang
Oh dunia, jika
kau menginginkan kesendirianku
Mengapa tak
kau gores lagi luka hati disini
Saat yang
sama,
Mengapa tak kau pinjam luka hati
yang penuh duri untuk kau bawa bersama
Miris, nyaris menjadi pemenang
Keindahan jauh di dalam sana,
hati kecil yang slalu mngubah duka
jadi canda
seakan tak mau menampakkan diri
Kau seorang
yang indah,
bukan dia yang
slalu ada,
lihatlah,
sadarlah, aku disini mati tanpamu
Aku disini bagai lampu taman yang
tak berpenghuni
bagai bawang yang terkupas
dia tak sakit, tapi orang lain
merasakan perih dan air mata
Begitulah aku,
hatiku
teriris, tapi tak sakit
hanya air mata
yang slalu memberontak dinding tipis tak berdosa
kelopak mata
bagaimana kau
bisa
bagaimana ku bisa . . .
_I.C.H.A_
bagaimana ku bisa . . .
_I.C.H.A_

Tidak ada komentar:
Posting Komentar