Detik waktu seakan ingin berhenti
Langit seakan ingin selalu
bahagia
Tapi, dikala hati ingin menyapa
dan tersenyum
Bukan itu yang terjadi
Melainkan kekosongan hati yang
seakan membunuh senyum kebahagiaan disini
Entah, sampai
kapan gejolak jiwa yang penuh hasrat memanggil namamu
Bukan raga,
bukan jiwa, tapi keinginan pasti bersamamu
Jika kini
harus memilih, antara mimpi dan kenyataan
Bukankah kenyataan yang diharapkan
Tapi, bulan belum menginginkan
bintang
Matahari masih enggan menutup diri
Lalu, apa itu yang harus dihadapi
Begitu cepat lantunan detik
waktu mengejar langkahku
Seakan kontras dengan indahnya
hidup kini
Tak perduli,
Cinta, hanya
datang saat kau lemah,
Bukan saat kau
mengharapkannya
Tapi, jauh di
dalam sana ada hati kecilmu yang menginginkan diriku
Apa ku harus
yakin
Atau hanya
perasaan ganjal yang tak ada habisnya
Kembalilah,
Sambutlah jari-jari kecil ini
dengan peluk hangat,
Serta senyum kebahagiaan dalam
dirimu
Saat esok kembali datang
Jangan pernah kau nodai kesucian
hati ini yang sontak akan canda dan tawamu
Dan jangan pernah kau tinggalkan
serpihan hati yang menjerit karnamu
_I.C.H.A_

Tidak ada komentar:
Posting Komentar